Narrative Text

Narrative Text adalah jenis teks yang menceritakan suatu rangkaian peristiwa secara kronologis yang saling terhubung. Biasanya cerita ini bersifat imajinatif atau hanya berupa cerita karangan si pembuat dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.

Tujuan Narrative Text

Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pengertian bahwa tujuan dari teks narrative ini adalah untuk menghibur si pembaca mengenai suatu kisah atau cerita.

Dalam bahasa Inggris: The Purpose of Narrative Text is to amuse or to entertain the reader with a story.

Jenis-jenis Narrative Text 

Berikut ini merupakan beberapa jenis narrative text, yaitu:

  • Personal experience (Cerita yang berupa pengalaman pribadi)
  • Fairy stories (Cerita yang bersifat fantastik atau penuh dengan keajaiban)
  • Fables (Cerita tentang binatang yang biasanya digambarkan berprilaku seperti manusia)
  • Legends
  • Myth
  • Romance
  • Mysteries
  • Science fiction
  • Horror stories
  • Adventure stories
  • Historical narratives
  • Slice of life

Generic Structure of Narrative Text

Generic structure narrative text merupakan beberapa tahapan yang biasanya digunakan dalam membuat sebuah cerita atau narrative teks.

Maka berikut ini adalah tahap-tahap dalam membuat sebuah narrative text:

Orientation

Pada bagian ini, merupakan bagian untuk pengenalan. Yaitu pengenalan cerita tentang apa (what is the story about), siapa (who is the participant of the story), dimana cerita itu terjadi (where is the place setting), dan kapan cerita itu terjadi (when is the time setting).

Complication

Bagian ini merupakan bagian yang memunculkan permasalahan atau konflik yang terjadi di dalam sebuah cerita teks naratif bahasa Inggris. Bagian Complication ini juga merupakan bagian paling inti dari sebuah cerita narrative teks.

Konflik yang terjadi di dalam cerita naratif teks tersebut dapat dibedakan menjadi:

– Physical Conflict

Merupakan permasalahan yang muncul karena adanya konflik secara kontak fisik atau segala sesuatu yang berhubungan dengan fisik.

– Natural Conflict

Merupakan permasalahan yang muncul karena pelaku dalam cerita berhadapan dengan kekuatan alam.

– Social Conflict

Sosial konflik merupakan permasalahan yang muncul karena para pelaku di dalam cerita saling berhadapan dimana mereka bertemu pada saat yang bersamaan namun memiliki kepentingan yang berbeda.

– Psychological Conflict

Psikologikal konflik adalah permasalahan yang muncul saat pelaku dalam cerita itu berhadapan dengan dirinya sendiri. Hal ini biasanya terjadi ketika adanya pertentangan antara nilai baik dan buruk, sifat sombong dan rendah hati, sifat rakus dan tenggang rasa.

Resolution

Bagian ini merupakan sebuah solusi atau penyelesaian dari suatu konflik atau permasalahan yang ada di dalam cerita. Setiap permasalahan yang muncul dalam Narrative text harus memiliki penyelesaiannya. Penyelesaian tersebut bisa berupa akhir yang happy ending (menyenangkan) atau bisa juga berakhir sad ending (tragis atau menyedihkan).

Re-Orientation 

Bagian ini merupakan pernyataan untuk menutup sebuah cerita dan ini bentuknya hanya opsional saja. Pernyataan yang disampaikan pada bagian Re-orientation ini bisa berupa pelajaran moral, nasihat atau pelajaran berharga dari si penulis cerita.

Language Features

Language features pada naratif teks adalah sebagai berikut:

  • Pola kalimat yang digunakan biasanya berupa Simple Past Tense
  • Permulaan kalimat biasanya diawali dengan kata keterangan waktu (Adverbs of Time) seperti long time ago, once, one, once upon a time.
  • Banyak menggunakan kata penghubung waktu
  • Kadang-kadang terdapat dialog langsung antartokoh cerita.

Contoh Narrative Text Singkat dan Terjemahannya – True Friends

Berikut ini merupakan contoh narrative text yang sangat menyentuh hati, judulnya adalah True Friends

Once upon a time, there were two close friends who were walking through the forest together. They knew that anything dangerous can happen any time in the forest. So they promised each other that they would always be together in any case of danger.

Suddenly, they saw a large bear getting closer toward them. One of them climbed a nearby tree at once. But unfortunately the other one did not know how to climb up the tree. So being led by his common sense, he lay down on the ground breathless and pretended to be a dead man.

The bear came near the one who was lying on the ground. It smelt in his ears, and slowly left the place because the bears do not want to touch the dead creatures. After that, the friend on the tree came down and asked his friend that was on the ground, “Friend, what did the bear whisper into your ears?” The other friend replied, “Just now the bear advised me not to believe a false friend”.

Moral of the Story – A true friend in need is a friend indeed.

Pada suatu hari di masa lau, ada dua orang berteman dekat yang berjalan melewati hutan bersama-sama. Mereka tahu bahwa di hutan bisa saja terjadi sesuatu yang berbahaya setiap saat. Oleh karena itu, dari awal mereka saling berjanji bahwa mereka akan selalu bersama-sama meski dalam keadaan bahaya sekalipun.

Tiba-tiba, mereka melihat ada beruang besar yang semakin mendekat ke arah mereka. Kemudian seketika salah satu dari mereka memanjat pohon terdekat. Tetapi sayangnya teman yang satu lagi tidak tahu bagaimana caranya memanjat pohon. Jadi dia hanya terdorong oleh akal sehatnya, kemudian ia berbaring di tanah, menahan napasnya, dan berpura-pura menjadi orang yang sudah mati.

Kemudian beruang itu datang dan mendekati orang yang sedang berbaring di tanah tersebut. Beruang itu pun mencium-cium telinganya, dan perlahan-lahan meninggalkan tempat tersebut karena beruang tidak mau menyentuh makhluk yang sudah mati. Setelah itu, temannya yang di pohon turun ke bawah dan bertanya kepada temannya yang berbaring di tanah itu, “Teman, apa yang beruang bisikkan ke telingamu?”, si temannya itu menjawab, “Tadi beruang itu mengatakan kepada saya untuk tidak percaya terhadap teman palsu”.

Pesan Moral dari cerita: Seorang teman sejati yang kita butuhkan adalah teman yang sebenarnya.

Ulangan 1 Narrative Text

Ulangan 2 Narrative Text

Author: admindz

37 thoughts on “Narrative Text

  1. Pada suatu hari di malam hari aku dan ibuku sedang duduk di depan teras rumah lalu ada tetangga ku bersama bayi nya yang sedang memakan sereal saat bayi itu sedang memakan makanan nya lalu dia memajukan tangan nya dan menyuapi seseorang yang tak terlihat

    1. Pada suatu hari, tepat nya waktu nya malam hari , aku dan ibuku sedang duduk di depan teras rumah ku, lalu ada tetangga ku bersama bayi nya datang ke rumah ku, dan duduk di teras anak bayi itu sedang memakan makanan bayi yang berbentuk seperti sereal bayi itu selalu menatap ke depan, aku pun bingung kenapa bayi itu selalu menatap ke depan, aku pun merasa aneh dan sedikit seram , setelah beberapa lama ibu ku mengobrol bersama ibu dari bayi itu, bayi itu memajukan tangan nya dan menyuapi ke depan padahal di depan dia tidak ada satu orang pun , semua nya pun panik dan masuk ke dalam rumah

  2. Pada suatu hari, Di Sekolah Smp saya, Selepas upacara bendera, setiap hari senin salah satu kelas memang ada jadwal olahraga di lapangan. Tak lama berselang sang guru mengajak para siswa berkumpul di lapangan dan melakukan pemanasan. Mulailah pemanasan dan olahraga berjalan lancar hingga waktu pelajaran olahraga berakhir. Mungkin akibat kelelahan atau fisik dalam kondisi kurang fit, akhirnya salah satu siswi ada yang pingsan. Tak lama berselang, ia berteriak-teriak sambil meronta-ronta. Meronta-ronta seperti anak kecil minta dibeliin mainan. Beberapa saat setelah siswi yang satu tadi meronta sepert kerasukan, ada sekitar 6 siswa lainnya ikut berteriak seolah ada yang merasuki. Sontak suasana sekolah menjadi hening dan menakutkan. Teriakan histeris pada siswi tak terhindarkan. Mereka seolah bersahutan satu sama lain, jika yang satu berteriak ke 6 orang temannya yang lain ikut berteriak. Yang paling bikin merinding adalah tatapan mata begitu tajam, namun kosong. Siswa lain hanya bisa membantu menenangkan dan mulai kebingungan. Yang dilakukan hanya memegang bagian kaki, tangan dan kepala, karena sudah ada yang meronta-ronta hingga menbenturkan kepalanya. Pokoknya saat itu suasananya udah kaya aktraksi debus. Setelah diketahui penyebabnya, ternyata ada seorang siswa lain yang memulai cerita horor di sekolah, hingga ada siswa yang pingsan dan kerasukan. Kejadian ini berlangsung tidak begitu lama, paling sekitar 30 menit, kemudian berhasil ditenangkan. Yang paling mengherankan adalah ketika terjadi fenomena ini, korbannya kebanyakan perempuan. Parah nih, mungkin hantu yang merasuki lebih tertarik melihat si korban. Apalagi rata-rata masih gadis belia, atau lebih tepatnya anak perawan. Setelah kejadian ini, beberapa kelompok siswa mencoba mencari orang pinter yang IQ nya di atas rata-rata dan melihat kejadian tadi dengan mata batin. Akhirnya, berdasarkan hasil analisis sang orang pintar, diketahui bahwa dahulu kala, di bawah sekolah ada bekas makam atau kuburan orang. Kemungkinan cara memindahkan kuburan tadi yang tidak baik saat pembangunan sekolah.

  3. Pada suatu hari, Di Sekolah Smp saya, Selepas upacara bendera, setiap hari senin salah satu kelas memang ada jadwal olahraga di lapangan. Tak lama berselang sang guru mengajak para siswa berkumpul di lapangan dan melakukan pemanasan. Mulailah pemanasan dan olahraga berjalan lancar hingga waktu pelajaran olahraga berakhir. Mungkin akibat kelelahan atau fisik dalam kondisi kurang fit, akhirnya salah satu siswi ada yang pingsan. Tak lama berselang, ia berteriak-teriak sambil meronta-ronta. Meronta-ronta seperti anak kecil minta dibeliin mainan. Beberapa saat setelah siswi yang satu tadi meronta sepert kerasukan, ada sekitar 6 siswa lainnya ikut berteriak seolah ada yang merasuki. Sontak suasana sekolah menjadi hening dan menakutkan. Teriakan histeris pada siswi tak terhindarkan. Mereka seolah bersahutan satu sama lain, jika yang satu berteriak ke 6 orang temannya yang lain ikut berteriak. Yang paling bikin merinding adalah tatapan mata begitu tajam, namun kosong. Siswa lain hanya bisa membantu menenangkan dan mulai kebingungan. Yang dilakukan hanya memegang bagian kaki, tangan dan kepala, karena sudah ada yang meronta-ronta hingga menbenturkan kepalanya. Pokoknya saat itu suasananya udah kaya aktraksi debus. Setelah diketahui penyebabnya, ternyata ada seorang siswa lain yang memulai cerita horor di sekolah, hingga ada siswa yang pingsan dan kerasukan. Kejadian ini berlangsung tidak begitu lama, paling sekitar 30 menit, kemudian berhasil ditenangkan. Yang paling mengherankan adalah ketika terjadi fenomena ini, korbannya kebanyakan perempuan. Parah nih, mungkin hantu yang merasuki lebih tertarik melihat si korban. Apalagi rata-rata masih gadis belia, atau lebih tepatnya anak perawan. Setelah kejadian ini, beberapa kelompok siswa mencoba mencari orang pinter yang IQ nya di atas rata-rata dan melihat kejadian tadi dengan mata batin. Akhirnya, berdasarkan hasil analisis sang orang pintar, diketahui bahwa dahulu kala, di bawah sekolah ada bekas makam atau kuburan orang. Kemungkinan cara memindahkan kuburan tadi yang tidak baik saat pembangunan sekolah.

  4. Pada suatu hari saya bersama dengan temen-teman saya sedang bermain disebuah kebun, kebetulan kebun tersebut ada pohon apel langsung saja saya dan teman-teman saya memanjat pohon apel tersebut untuk memetik buah apel tersebut dan saya memanjat pohon apel tersebut pada jam 12.00 disaat adzan berkumandang dan saat saat memtik buah apel saya merasakan seperti ada yang menggigit pipi saya dan saya merasa gatal dipipi saya setelah saya lihat dipipi saya terdapat bentol tetapi setelah saya beri minyak kayu putih bentol itu semakin lama semakin membesar saya kira itu hanya terkena ulat bulu ternyata pipi saya menjadi bengkak besar dan pada suatu malama teman ayah saya yang kebetulan seorang ustad melihat pipi saya yang membengkak itu dan waktu dipegangnya dia memberi saya dan keluarga saya bahwa pipi saya ditampar oleh seorang kuntilanak dipohon apel yang saya panjat tersebut setelah ustad tersebut mengetahui itu ustad itu langsung membacakan doa untuk ku dan dalam sekejap ia mengelua pipiku dan seketika itu juga bengkaknya jadi mengempis
    Pesan moral : Adzan adalah lagu yang dikumandangkan untuk memanggil orang-orang untuk melakukan ibadah sholat bukan untuk hanya didengarkan saja dan bukan melakukan aktivitas yang lain

  5. Suatu hari ada seorang gadis bernama Claire. Dia baru saja mengalami sebuah masalah yang membuat dia pindah ke sebuah rumah yang dari luar tampak indah tetapi siapa yang tahu jika didalamnya ada sesosok tak tampak yang siap bermain-main dengan sang tuan rumah.

    Claire masuk kedalam rumah, desain rumah yang terkesan vintage membuatnya sedikit melupakan orangtuanya yang meninggalkan dia selamnya beberapa hari yang lalu. Sehingga sekarang dia tinggal di rumah peninggalan neneknya. Malam pertama yang dia habiskan dirumah itu cukup menyenangkan karena disana ada banyak permainan yang menurutnya cukup lawas, seperti kotak pedora, kotak musik, miniatur-miniatur kereta kuda cinderella, dan lainnya.

    Tak terasa sudah seminggu berlalu claire di rumah itu dan dia sudah beradaptasi dengan lingkungannya. Dia menemukan sebuah pintu yang mengarah ke ruang rahasia bawah tanah yang ternyata adalah ruang bermain. Dia tidak menyadari bahwa itu adalah persembunyian sesosok makhluk. Pintu tertutup dengan kencang, claire terkejut tetapi dia hanya berfikir bahwa itu hanyalah angin.
    “Maukah kamu bermain denganku?” Suara yang berasal dari boneka kayu yang duduk di sebuah kursi. “Kamu sangat lucu! Mari kita bermain” jawab claire dan bonek itu tersenyum misterius. Tiba-tiba saja boneka itu mengeluarkan sebuah gergraji dan membuat Claire mundur. Claire tak sadar bahwa dibelakangnya sudah ada badut yang berasal dari kotak pendora dan membawa kawat berduri. Badut itu mengikat claire dengan kawat berduri sehingga membuat gaun satinya yang berwarna putih menjadi berwarna merah. Tak sampai disitu boneka yang ada diruangan tersebut seketika bergerak dan mengelilingi Claire memulai menggoreskan benda tajam ke setiap sudut tubuh Claire. Salah satu boneka berseragam dokter membawa pisau lipat dan menyayat bibir claire hingga sobek sampai ujung rahangnya. Claire sudah tak sadarkan diri sejak awal. Dan pada akhirnya robot yang sedari tadi diam menarik jantung claire keluar dari tempatnya dan melemparnya ke dinding membuat noda merah dan bau anyir dimana-mana. Sedangkan boneka lain mula mengeluarkan dan memisahkan bagian-bagian tubuh Claire. Membuat setiap sudut ruangan dibanjiri darah dan organ- organ tubuh manusia. Tak akan ada seorangpun yang mengetahui claire didunia lagi.

  6. Kedua Hantu Yang Menemaniku

    Aku selalu ditindas oleh orang-orang disekitarku, aku selalu menangis, menjerit, terluka, dan selalu takut hingga semua trauma dari penderitaanku terus menghantuiku hingga diriku dewasa.
    Setiap saat aku selalu takut dan merasa sangat terluka karena semua ingatan penderitaan itu selalu menghantuiku,terus-menerus hingga sesekali diriku sering menangis tanpa jelas. Sampai orang-orang di dekatku mengira aku gila karena selalu ketakutan dan sedih tiba-tiba.
    Tiap hari, tiap malam aku selalu merasa kesepian, tak ada yang menemaniku. Sendirian, sepi seakan kosong, tak ada disana maupun disini.
    Hanya sesosok gadis bertubuh tembus pandang darisana,menatapku dengan pandangan sedih karena merasa diriku seperti tidak hidup dengan layak dimana seseorang muda harus menjalani masa-masa muda dengan penuh hal baik,tetapi diriku hanya menerima penindasan.
    Pertama kali aku bertemu dengannya ketika waktu masih sekolah,dimana aku tak sengaja melihatnya sedang duduk tersipu.Ketika itu aku sengaja tak berpura-pura tak bisa melihat dirinya namun pada akhirnya dia mengetahui dan terus mengikutiku.
    Bertahun-tahun setelah itu, aku bertemu lagi dengan seorang gadis yang bukan dari golongan hidup lagi, dia terlihat begitu manis dan sedikit pemalu.
    Beberapa tahun aku ditemani mereka berdua, ketika kesepian mereka ada disampingku dan terkadang memelukku juga duduk menyandar kepadaku untuk menghangatku batinku juga mereka selalu menenangkan pikiranku yang depresi akan kehidupan yang kujalani.
    Ketika aku sendirian, mereka datang dan duduk disampingku tak ingin membiarkanku merasa kesepian.Aku menghargai mereka yang selalu menemaniku dan terkadang berusaha menghiburku, namun mereka bukan makhluk hidup dan sudah lama tiada.
    Seharusnya mereka tak ada dan sudah lama pergi,seharusnya mereka tak bersamaku namun kebersamaan mereka begitu kental dan seakan sudah seperti orang yang sangat dekat denganku.Tak ada perasaan istimewa hanya rasa kebersamaan berbeda alam,aku yang hidup bersama mereka berdua yang tiada.
    Namun entah kenapa rasanya aku masih merasa sangat kesepian,tak ada yang bisa kurenangkan dan kurenungkan. Terkadang aku merasa sedikit tenang dengan senyuman manis mereka tetapi, hukum alam tetap berlaku karena di antara diriku dan mereka, kami berbeda alam.

  7. Pada saat itu saya dan teman saya sedang mencari jamur di kebun kelapa sawit dekat dengan rumah teman saya.
    Ketika saya sedang asyik- asyik nya memetik jamur dari kejauhan saya mendengar suara tawa anak kecil yang sedang tertawa dan berlarian, ketika saya cari saya tidak menemukan seorang pun di sana kecuali saya dan teman saya. Ketika itu pun saya mulai merasakan hawa yang tidak enak, saya bertanya kepada teman saya yang ada di sebelah saya

    Saya: eh kamu denger gak?
    Teman saya: denger apa?
    Saya: itu ada suara anak kecil ketawa kenceng banget
    Teman saya: ah masa sih?
    Saya: iya bener
    Dan ketika saya melihat ke arah depan saya melihat dua anak kecil yg sedang berlarian, namun aneh nya tubuh kedua anak kecil itu tras paran.
    Seketika itu saya langsung menarik teman saya untuk pergi dari tempat itu, teman saya pun bingung atas tidakan saya
    Saya: Nanti akan aku jelaskan di rumah mu
    Sesampai nya saya dirumah teman saya, saya langsung menceritakan kepada teman tentang yg saya lihat tadi, teman saya pun tidak percaya akan hal itu.

  8. Pada suatu sore ketika sesudah adzan maghrib, saya di perintah ibu saya untuk pergi ke rumah saudara saya yang berada di belakang rumah saya. Di samping rumah saya terdapat suatu kebun yang agak angker dan tidak terurus. Ketika saya hendak peegi ke rumah saudara saya melalui pintu belakang rumah saya, taj sengaja saya menengok ke arah kebun tersebut. Tiba – tiba saya melihat sesosok wanita yang sedang duduk menunduk di bangku pohon yang sudah di tebang. Saya mengamati wanita itu lamat – lamat, saya terus mendekatkan wajah saya ke arah kebun tersebut untuk melihat lebih jelas siapakah wanita yang duduk di sana ketika adzan maghrib selesai. Wanita itu memiliki kulit putih yang pucat, rambut hitam panjang sepinggang, dan memakai baju putih panjang. Ketika saya sedang mengamati dia, tiba – tiba dia mengangkat kepala nya dan saat itu juga saya melihat wajah nya yang putih pucat. Wanita itu menatap saya tepat di mata dan saat itu juga saya tidak dapat berpikir apapun. Lidah saya keluh tidak bisa berkata, mulut saya seolah tertutup rapat tidak bisa mengeluarkan suara teriakan, dan tubuh saya mati rasa seolah tidak menapak di bumi. Setelah beberapa detik kemudia baru saya bisa menguasai diri saya lalu kemudian saya pergi menjauh dari sosok wanita itu menuju tempat saudara saya. Saya tiba di rumah saudara saya dengan napas terengah – rengah. Lalu saurada saya menanyakan keadaan saya dan bertanya mengapa saya terengah – rengah? Dan saya menjawab jika saya tadi melihat wanita berambut panjang memakai pakaian putih dengan muka yang pucat. Saudara saya tidak percaya lalu saya dan saudara saya pun memeriksa tempat tadi saat saya melihat sosok wanita tersebut. Namun yang saya lihat dan saudara saya lihat hanya sebuah kegelapan dan tempat duduk yang terbuat dari kayu dalam keadaan kosong. Lalu saudara saya menenangkan saya bahwa mungkin itu hanya halusinasi saya saja namun saya menggeleng karna saya tadi benar-benar melihat sosok wanita di sana. Saudara saya tetap tidak percaya dan lalu dia mengatarkan saya pulang untuk saya menenangkan diri saya sendiri.

    1. One afternoon when after the maghrib call, I was instructed by my mother to go to my brother’s house behind my house. Next to my house is a rather haunted and unkempt garden. When I wanted to go to my brother’s house through the back door of my house, I purposely turned to the garden. Suddenly I saw a sitting woman looking down on a cut-off tree bench. I watched the lady-lamat-lamat, I kept my face close to the garden to see more clearly who was the woman who sat there when adzan maghrib finished. The woman had pale white skin, long black hair waisted, and wore a long white shirt. As I was watching him, he suddenly lifted his head and right then I saw his pale white face. The woman looked at me right in the eye and right then I could not think anything. My tongue lament can not say, my mouth as tightly closed can not make a shouting voice, and my body numb as if not tread on earth. After a few seconds later I was able to control myself and then I went away from the woman’s figure toward where my brother was. I arrived at my brother’s home with a gasping breath. Then saurada I asked about my situation and asked why I was breathless? And I replied if I had seen a long-haired woman in white clothes with a pale face. My brother did not believe then my brother and I checked the place when I saw the figure of the woman. But what I saw and my brother saw was only a dark and wooden seat empty. Then my brother reassured me that maybe it was just my hallucination alone but I shook my head because I had actually seen the female figure there. My brother remained unconvinced and then he let me go home to calm myself.

      Moral Message:
      Do not go out after the maghrib call

  9. Pada suatu hari aurel sedang mandi dan mecuci pakaian di dekat sumur belakang rumah (sekedar informasi belakang rumah aurel dekat dengan hutan) saat itu aurel mencuci baju pukul 17:00 ia mencuci dari sore karena pakaian yang ia cuci cukup banyak semakin malam ternyata air sumur itu terasa semakin dingin aurel binggung karena dinggin nya bukan seperti biasa nya, tiba-tiba aurel merasa ada orang yang tengah mengawasi nya ia melihat sekeliling cuma tidak ada siapa-siapa kecuali hamparan hutan dan kicauan burung malam serta bunyi jangkrik yang membuat bulu kuduk siapapun akan berdiri ditambah hawa dingin dari air sumur yang semakin dingin aurel tetap mencuci walaupun dalam keadaan takut dan khawatir. kemudian aurel berdiri untuk mengambil air dan mulai menjatuhkan ember kedalam sumur ia pun terkejut mendengar suara orang batuk disamping sumur tersebut jantung aurel berdetak kencang ketika mendengar suara batuk itu karena tidak ada orang yang berada didekat nya kemudian aurel menoleh kearah suara dengan leher yang terasa kaku ia berusaha menoleh sekali lagi aurel terkejut ia melihat seorang
    kakek tua yang sudah lama meninggal ia tersenyum kearah aurel dengan tatapan kosong. kemudian aurel dengan sigap membereskan cucian nya yang cukup banyak dan berat ia tidak berani melihat sosok lelaki tua yang ia kenal sudah lama meninggal itu ia mengangkat cucian nya dan berlari masuk kedalam rumah.

    masih belum berakhir ternyata hal mistis yang dialami aurel, ketika ia tidur ia bermimpi melihat binatang. binatang nya sanggat banyak dari beberapa jenis binatang ibuku pun melihat binatang yang menyerupai harimau tetapi agak berbeda dari harimau biasa nya. binatang yang mirip harimau itu berbicara kepada aurel kalau ia tidak suka kehadiran manusia ketika sudah lewat magrib di dekat hutan karena menganggap kehadiran manusia adalah menganggu. setelah mengalami mimpi yang aneh itu aurel pun sakit selama tiga hari, aurel menceritakan peristiwa yang ia alami orangtuanya dengan meneteskan air mata ia bercerita tentang sumur, orang tua,dan binatang yang mirip harimau itu. mula nya orangtuanya menganggap cerita aurel itu bohong tetapi tidak mungkin aurel bercerita bohong sampai meneteskan air mata.

    sekarang giliran temannya aurel yang mengalami kisah mistis kejadian tersebut masih di bulan agustus dan dalam suasana puasa temannya aurel ini kelihatan sanggat alim menurut pengelihatan aurel dia orang yang rajin sholat. kejadian yang dialami temannya aurel terjadi pada siang hari. hari itu temannya aurel itu sedang mengasuh adiknya diteras rumah saat tengah mengasuh adiknya kemudian datanglah kakek-kakek yang tidak ia kenal kakek itu ramah sekali dan ia juga sempat mengucapkan salam, kakek itu duduk di dekat teras sambil bercerita dari ceritannya temannya aurel mendengar sang kakek menyebutkan kalau manusia pasti mati dan akan ada sesuatu peristiwa yang tidak terduga yang akan menimpa manusia teman aurel itu lantas bertanya sesuatu apa kiranya yang akan terjadi ??
    kakek itu hanya diam sambil menghela nafas panjang, saking asyik nya mendengar sang kakek bercerita temannya aurel itu lupa akan adiknya yang sudah masuk kedalam rumah, ia tersadar ketika mendengar tangisan anaknya di dalam rumah ia pun masuk untuk masuk kedalam rumah untuk mengambil adiknya ia juga mengambil sebuah minuman gelas kemasan untuk kakek di teras rumah. kemudian ia keluar membawa adik nya dan ternyata didepan rumah kakek itu sudah tidak terlihat ia pun sibuk mencari kakek tersebut sampai bertanya ketetangga sebelah tetapi tidak ada seorangpun yang melihat kakek tersebut.

  10. Noni Kecil

    Didepan SDN 1 Sambirejo, disana ada taman kecil yang bersebelahan sama lahan kosong yang banyak ditumbuhi rerumputan liar. Taman itu dikelilingi seng setinggi satu meter dengan kawat duri.

    Saat saya masih kelas 1-4 taman itu tidak terlihat, pada kelas 5 barulah kelihatan tampak dalam taman itu.
    Didalamnya biasa saja, rumput tinggi, bangku semen memanjang,dan 3 buah ayunan dari ban bekas. Dan dibalik itu ada sosok terkenal yang menunggu taman itu.

    Sangat sering terlihat noni kecil main ayunan, hampir setiap malam disana. Menurut orang yang pernah melihat, noni itu rambutnya bergelombang berwarna putih dan memakai gaun putih mekar dengan topi lebar.

    Yang miris dari noni itu adalah, noni itu dulunya suka ikut ayahnya ke sekolah. Dia sangat akrab dengan siswa siswa SLB, walaupun beda ras dia tetap gabung sama anak pribumi. Entah bagaimana, ada orangtua slah satu anak yang tidak suka melihat keakraban dia dengan anak anak SLB.

    Dengan teganya, ibu sang siswa membunuh si noni dengan cara mendorong keras keras ayunan sampai noni itu jatuh terperosok dan meninggal seketika.

    Ayah dari si Noni sangat sedih, dia memagari taman itu dengan seng dan juga kawat duri yang melukai tangannya sendiri. Tujuan nya adalah agar roh anaknya tenang bermain sendirian tanpa gangguan dari orang lain.

  11. Pada suatu malam sekitar pukul 07.00 malam aku terdiam di kamar dan melihat ke arah jendela melihat rintikan hujan yang sangat deras membasahi tanah. Pada malam itu semua anggota keluarga ku sedang pergi ke luar rumah dan hanya aku yang tinggal sendiri di kamar tidurku. Awalnya aku tidak merasakan apa-apa karna aku pada saat itu sedang memikirkan sesuatu yang membuatku melamun. Ketika pikiranku sudah dalam keadaan tidak memikirkan apa-apa lagi, aku melihat ke arah pintu kamarku. Aku heran mengapa pintu itu terbuka padahal tadinya pintu tersebut tertutup. Kemudian aku langsung beranjak dari kursi dimana aku duduk tadi dan menutup pintu.
    Pintu tersebut sudah tertutup dan aku kembali ke kasur. Pada saat aku sudah mulai menutup mata, tiba-tiba aku mendengar suara seperti ada orang memasak di dapur. Dan aku merasa bingung, siapa yang memasak itu, sedangkan semua anggota keluarga ku sedang pergi ke luar dan hanya aku yang tinggal sendiri di rumah. Karna ini membuatku merasa penasaran, akhirnya aku berjalan ke arah dapur dan melihat tidak ada siapapun di dapur. Dan aku seketika merasa takut, dan merinding. Tapi aku berusaha untuk tetap tenang dan kembali ke kamar. Saat ku mulai membuka pintu kamarku, aku mendengar suara lagi dari dapur tadi dan suara tersebut berbunyi sebuah panci seperti orang yang sedang memasak. Dan kemudian aku langsung menuju ke dapur lagi dan tiba-tiba melihat sosok hitam di depan kompor tapi dia tidak melakukan apa-apa dan hanya terdiam.
    Melihat sosok hitam tersebut, aku langsung bertanya “siapa di sana?”, dan dia tidak menjawabnya. Dan itu membuat aku semakin takut dan lemas. Aku menghela napas sebentar dan berjalan ke arahnya. Ketika aku berjalan, sekejap sosok hitam tersebut menghilang. Dan membuatku shock sekali dan langsung kembali ke kamar karna saking takut dan langsung menutup seluruh badanku dengan selimut dan mencoba untuk tidur. Tapi semakin aku mencoba untuk tidur, bayangan tersebut selalu menghantuiku dan membuatku semakin takut.
    Akhirnya aku mencoba untuk melawan rasa takutku dan melihat keadaan dapur. Setelah aku melihat dan merasa aman, aku melihat lagi sosok hitam tersebut di ujung sudut rumahku. Kemudian aku semakin mendekatinya, dan dia memutar arahnya ke arahku dan seketika aku langsung jatuh pingsan.
    Setelah satu jam kemudian akhirnya keluarga ku datang dan membawaku ke kamar dan aku pun tersadar. Semuanya khawatir karna aku pingsan dan tergeletak di lantai. Aku pun mulai sadar dan menceritakannya ke keluargaku dan membuatku merasa lega dan tidak takut.

  12. Pada suatu hari, ada dua orang laki-laki sedang berjalan melewati rumah yang sudah lama tidak dihuni. Pada saat itu jam menunjukan tepat pukul 12 malam, suasana pada malam itu sangat sepi dan mencekam karena sudah jarang orang yang berlalu lalang pada jam segitu. Saat mereka berdua berjalan bersama dan berbincang tentang pekerjaan mereka masing-masing, mereka pun melewati rumah yang sudah tidak berhuni itu. Konon katanya rumah itu berisi penghuni yang tidak kasat mata, karena penasaran dengan cerita itu salah satu laki laki tersebut yang bernama arya mengajak temannya bernama arpan untuk mendekati dan masuk kedalam rumah tersebut. Setelah itu arya mengatakan “arpan, coba kita masuk ke dalam rumah itu apa benar didalam rumah itu ada penghuninya” arpan menjawab “yang benar saja kau arya, ini sudah tepat tengah malam dan kamu malah ingin pergi kerumah itu” arya pun membalas “aku hanya ingin tau benar atau tidaknya cerita yang beredar di masyarakat, hayo kita bersama untuk memasuki rumah itu” arpan menjawab dengan tegas “kalo cerita itu benar dan kita kenapa kenapa di dalam rumah tersebut, bagaimana? ” dengan mempertimbangkan omongan arpan, arya pun tetap teguh untuk memasuki dan memastikan rumah tersebut. Arya pun meyakinkan temannya tersebut dan temannya pun mau untuk ikut dengan nya. Saat di depan rumah tersebut arya dan arpan melihat rumah itu sudah sangat kotor karena sudah tidak dihuni, tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati mereka lalu suara langkah kaki pun hilang, dan terlihat sosok wanita sedang duduk menggunkan baju lusuh dan menangis, arya dan arpan pun mendekati perempuan tersebut lalu perempuan itu hilang entah kemana, karena bingung mereka mengira perempuan itu masuk kedalam rumah tersebut dan mereka memasuki rumah tersebut. Saat sudah di dalam rumah itu, terlihat bangku yang sudah rapuh dan tiba tiba bangku yang tadinya diam bergerak dan terpental dengan sendirinya, karena kaget mereka berdua berteriak dengan histeris dan meninggalkan rumah tersebut tanpa menutup kembali rumah tersebut. Saat mereka berdua sudah jauh berlari mereka kembali melihat ke arah rumah tersebut dan pintu rumah tersebut tertutup sangat kencang dengan sendirinya. Mereka pun menyadari bahwa cerita tersebut benar dan mereka berdua berjalan menuju arah pulang. Sejak saat itu mereka tidak pernah memasuki rumah tersebut. Pesan moral : makhluk tak kasat mata ada di setiap tempat bahkan kita hidup berdampingan dengan mereka. Selama kita tidak mengganggu mereka pun tidak akan mengganggu kita.

  13. Pada suatu hari, aku dan keponakanku yang bernama Rere menginap di rumah temanku (Beffi) yang jarak rumahnya hanya berjarak dua rumah dengan rumahku, di satu kasur miliknya kami tidur bertiga.

    Tiba-tiba, pada pertengahan malam tepatnya pukul 03.07 WIB aku terbangun dari tidurku dan mendengar suara kuntilanak sebanyak tiga kali, pada cahaya lampu yang redup, aku sempat merasa bingung dan aneh dengan suara tersebut, karena jujur saja aku baru pertama kali mendengar suara tersebut, aku sempat berpikir bahwa suara itu berasal dari handphone tetangga sebelah rumah temanku yang berniat menakuti temanku, dan aku memberanikan diri mencari sumber suara tersebut dengan membuka gorden jendela rumah temanku melihat kanan dan kiri halaman rumahnya. Dan aku tidak melihat seorangpun berada di halaman rumahnya.

    Aku berlari ke kamar temanku dan membangunkan ia untuk meminta izin pulang. Dengan dipenuhi rasa takut aku berlari pulang ke rumahku, mengetuk pintu rumahku dan ayahku membukakan pintunya, akupun langsung berlari menuju kamar ibuku dan memeluk erat tubuh ibuku yang sedang tertidur pulas.

    1. Pada suatu hari, aku dan keponakanku yang bernama Rere menginap di rumah temanku (Beffi) yang jarak rumahnya hanya berjarak dua rumah dengan rumahku, di satu kasur miliknya kami tidur bertiga.

      Tiba-tiba, pada pertengahan malam tepatnya pukul 03.07 WIB aku terbangun dari tidurku dan mendengar suara kuntilanak sebanyak tiga kali, pada cahaya lampu yang redup, aku sempat merasa bingung dan aneh dengan suara tersebut, karena jujur saja aku baru pertama kali mendengar suara tersebut,aku sempat berpikir bahwa suara itu berasal dari handphone tetangga sebelah rumah temanku yang berniat menakuti temanku, dan aku memberanikan diri mencari sumber suara tersebut dengan membuka gorden jendela rumah temanku melihat kanan dan kiri halaman rumahnya.Dan aku tidak melihat seorangpun berada di halaman rumahnya.Aku berlari ke kamar temanku dan membangunkan ia untuk meminta izin pulang.

      Dengan dipenuhi rasa takut aku berlari pulang ke rumahku, mengetuk pintu rumahku dan ayahku membukakan pintunya, akupun langsung berlari menuju kamar ibuku dan memeluk erat tubuh ibuku yang sedang tertidur pulas.
      One day, my nephew Rere and I were staying at my friend’s house (Beffi) which was only two houses away from my house, on one mattress of ours we slept in three.

      Suddenly, at midnight precisely at 03:07 WIB I woke up from my sleep and heard the sound kuntilanak three times, in the dim lights, I had felt confused and strange with the sound, because to be honest I just first heard the sound, I had time to think that the voice came from my neighbor’s mobile phone that was intent on scaring my friend, and I ventured to find the source of the sound by opening the curtains of my friend’s house window looking at the right and left of his home page. And I do not see anyone in his yard.

      I ran to my friend’s room and woke him to ask permission to go home. Frightened I ran back to my house, knocked on my door and my father opened the door, I immediately ran to my mother’s room and embraced my mother’s sleeping body.

  14. Sewaktu kecil, Lara bersama dengan kedua orang tuanya. Lara tidak pernah merasakan, melihat atau apapun mengenai hal ganjil selama ini. Dengan hantu dan sejenisnya. Tapi entah kenapa malam itu, nasib sial menghampiri Lara. Ketika tengah malam pada pukul 1.45 dan Lara keluar ke arah dapur.

    Sebuah cermin , yang di letakkan papanya di dinding, baru di beli beberapa hari yang lalu dari seorang temannya. Dari mana, Lara harus melewati cermin itu untuk menuju ke dapur. Di awal Lara keluar saja, Lara hanya melewati tanpa melihatnya (tanpa bercermin). Setelah selesai minum, Lara bergegas menuju ke kamarnya dan harus melewati cermin itu lagi.

    Entah kenapa malam itu, Lara ingin bercermin, hanya melihat wajahnya saja. Tapi alangkah kaget Lara, saat melihat bayangannya, ternyata Lara tidak sendiri. Lara bersama dia, ya dia. Wanita bergaun yang penuh darah, berambut panjang dan sangat mengerikan. Dia melintasi Lara. Ini juga bukan salah tentang cermin itu, tapi dia, di balik cermin.Lara hanya kaku dan diam seribu bahasa. Lara melihat saja sosok itu sampai hilang dan akhirnya Lara pingsan.

    1. As a child, Lara was with her parents. Lara had never felt, seen or anything about the odd thing all along. With ghosts and the like. But for some reason that night, bad luck approached Lara. It was midnight at 1.45 and Lara came out to the kitchen.

      A mirror, which was placed on the wall papanya, just bought a few days ago from a friend. From where, Lara had to go through the mirror to get to the kitchen. At the beginning Lara came out, Lara just passed without seeing it (without looking in mirror). After drinking, Lara hurried to her room and had to pass through the mirror again.

      For some reason that night, Lara wanted to look in the mirror, just looking at her face. But how shocked Lara, when she saw her reflection, Lara was not alone. Lara is with her, yes she is. A blood-clad, bloody, long-haired woman. He crossed Lara. It’s also not wrong about the mirror, but he, behind the mirror. Lara is just stiff and silent. Lara watched the figure disappear and finally Lara fainted.

  15. Pada suatu hari, beginilah aku saat terlalu asik streaming sehingga tidak menyadari malam sudah semakin larut. Aku menguap beberapa kali, kemudian menekan tombol shutdown pada komputerku. Aku harus tidur. Sekilas ku lirik jam dinding yang terletak di dinding kamarku memastikan bahwa kini sudah hampir pukul 1 dini hari, dengan mata berat kuhampiri ranjangku yang kecil l, merebahkan tubuhku disana, mencari kenyamanan dan berharap untuk segera terlelap.

    Malam ini begitu sunyi. Aku bisa mendengarkan dengan jelas rintik air hujan. Aku berbaring menatap langit langit atap kamarku berharap segera terlelap tidur. Tapi sial, sudah hampir satu jam aku berbaring namun mataku tak kunjung terpejam. Samar samar ku dengarkan jam dindingku berdentang. Ditengah kesunyian malam, perlahan namun pasti aku mendengar sesuatu mengetuk jendela kamar. Ini tidak mungkin. Kamarku berada di lantai 2 jadi mustahil ada orang yang mengetuknya.
    Tok.. Tok.. Tok.. Sekali lagi kudengar suara itu, ya tuhan haruskah aku melihat apa yang berada dibalik jendela tersebut? Apakah itu hantu atau sesosok pembunuh berantai yang tengah mengincarku? Aku begitu ketakutan hingga menarik selimut hingga menutupi ku seluruh tubuhku

    Tok.. Tok.. Tok, suara itu lagi, aku masih didalam selimut, kuberanikan diri untuk melihat kearah jendela kamarku. Keringat dingin mengucur ditubuhku, namun aku harus memastikan mahluk apakah yang mengetuk jendelaku. Perlahan namun pasti kubuka selimut untuk mengintip kearah jendela. Dan aku lihat jendelaku rapat terkunci tidak ada yang mengetuk jendela kamarku. Tidak ada apa-apa disana, sampai aku menyadari bahwa mahluk itu bukan mengetuk dari luar kamarku, melainkan mengetuk jendela dari dalam kamarku.

  16. Pada suatu sekolah ada siswi bernama rani.rani mempunyai 2 teman, mereka duduk di bangku kelas 6, awal tahun kelas mereka kedatangan murid baru. Setelah dia memperkenalkan diri, dia di persilahkan duduk di bangku kosong yang ada di pojok belakang dan dia mendengar pembicaraan rani dan temannya.

    *Rani: serly, via tahu gak? Bangku yang di dudukki anak baru itu adalah kursi yang pernah di dudukki seorang siswa yang matinya sangat tragis dan tidak tahu apa penyebabnya, guru-guru pun menjulukinya bangku kosong.
    *Serly dan via: iya benar itu adalah bangku kosong.
    *Ting, ting, ting, suara bel istirahat berbunyi. Rani dan kedua temannya pergi ke kantin, anak baru itu hanya diam dengan tatapan kosong. Kami tidak menghiraukannya, kami langsung pergi ke kantin, dan tidak lama kemudian terdengar *Ting, ting, ting, bel masuk berbunyi. Anak itu tiba-tiba kesurupan, dia memberontak dan menceritakan semuanya dengan bantuan hantu itu.

    Keesokan harinya anak baru itu datang lebih awal, tiba-tiba dia seperti di pegang oleh hantu itu. Mendadak setelah itu dia merasa penderitaan hantu tersebut dan dia menangis-nangis, lalu tidak lama terlihat lusi terjatuh dan pingsan. Saat dia bangun, dia sudah di kerumuni siswa dan siswi, dia terkejut. Lalu dia cerita ketika dalam keadaan pingsan dia menemukan sesosok mayat di sumur, yang ada di belakang sekolah.

    Dan setelah itu tak ada lagi gangguan tentang bangku kosong, ketika sesosok mayat di temukan di dalam sumur belakang sekolah. Akhirnya kasus ini pun terpecahkan, rupanya hantu tersebut ingin di kuburkan secara layak, dan “dia” mati setelah di jahati oleh sahabatnya sendiri. Dan sekarang, bangku kosong itu kini sudah di pindahkan ke gudang sekolah.

  17. Suatu hari ada seorang anak bernama Lasya. Dia tinggal di sebuah desa bernama Sekar Melati. Di suatu malam, Lasya sedang bermain dengan teman-temannya. Mereka main petak umpet di dekat rumah Lasya. Dan kebetulan di depan rumah Lasya terdapat banyak pohon pisang. Ketika itu, Lasya yang sedang jaga. Lasya pun mulai mencari teman-temannya.

    Setelah menemukan beberapa temannya, ada satu teman Lasya yang belum ditemukan. Lasya pun terus mencari temannya itu. Setelah beberapa saat mencari temannya, tiba-tiba pandangan Lasya tertuju pada salah satu sudut pohon pisang yang berada di dekat rumahnya. Dia melihat bahwa ada yang bergerak-gerak di sekitar pohon pisang. Lasya pun berfikir bahwa itu mungkin adalah temannya. Lasya pun langsung mendekati pohon pisang itu. Ketika Lasya mendekati pohon pisang itu, dia melihat ada seseorang yang memakai pakaian berwarna putih. Dan itu semakin meyakinkan Lasya bahwa yang berada di pohon pisang itu adalah temannya.

    Lasya pun hampir dekat dengan pohon pisang itu. Lasya berjalan dengan perlahan-lahan agar temannya itu tidak tahu bahwa dia menemukannya. Dan saat Lasya tiba di pohon pisang itu, ternyata tidak ada seorang pun disana. Lasya mulai kebingungan, karena dia jelas-jelas melihat seseorang berada di pohon pisang itu. Namun, Lasya berfikir mungkin temannya itu sudah mengetahui bahwa dia akan menemukannya sehingga temannya sudah mengumpat di tempat lain. Tak lama kemudian, ada seseorang yang menghampiri Lasya. Ternyata, seseorang itu adalah teman Lasya yang sedang mengumpat tadi. Lasya pun bertanya pada temannya itu apakah tadi yang mengumpat di pohon pisang adalah temannya atau bukan. Teman Lasya pun menceritakan semua bahwa tadi dia sama sekali tidak mengumpat di pohon pisang. Teman Lasya pun bingung karena sama sekali tidak ada yang mencarinya. Karena itulah temannya Lasya keluar dari persembunyiannya. Setelah mendengar pernyataan dari temannya, Lasya mulai merasa sangat kebingungan. Lasya berfikir apakah yang tadi dia lihat adalah manusia atau hantu. Tanpa berfikir panjang lagi, Lasya dan teman-temannya itu langsung mengakhiri permainan tersebut dan langsung pulang kerumah masing-masing. Sebab mereka takut, bahwa akan ada kejadian aneh lagi jika mereka terus bermain.

    1. One day, there was a child named Lasya. She lives in a village called Sekar Melati. One night, Lasya was played with her friends. They played hide and seek near the Lasya house. And by chance in front of Lasya house, there are many banana trees. At that time, Lasya is on guard. Lasya began to look for his friends.

      After finding some of his friends, there was one Lasya friend who had not been found. Lasya was still looking for her friend. After a while looking for his friend, suddenly Lasya’s eyes fixed on one corner of a banana tree near his home. She noticed that there was a motion around the banana tree. Lasya also thought that it might be his friend. Lasya immediately approached the banana tree. When Lasya approached the banana tree, she noticed that someone was wearing white clothing. And that convinced Lasya that the banana tree was his friend.

      Lasya was almost close to the banana tree. Lasya walks slowly so that his friend does not know that he found it. And when Lasya arrived at the banana tree, there was no one there. Lasya was starting to get confused, because she clearly saw someone in the banana tree. However, Lasya thinks maybe his friend already knows that he will find it so that his friend has been cursed elsewhere. Soon there was someone approaching Lasya. Apparently, someone was a friend of Lasya who was cursing earlier. Lasya also asked his friend was whether the earlier cursed in the banana tree is his friend or not. Lasya’s friend also told him all that he did not swear at the banana tree at all. Lasya’s friends were confused because there was absolutely no one looking for him. That’s why his friend Lasya came out of hiding. After hearing a statement from his friend, Lasya began to feel very confused. Lasya thinks what he has seen is a human or a ghost. Without thinking long again, Lasya and his friends were immediately ended the game and went home to each home. Because they are afraid, that there will be more strange events if they continue to play.

  18. Namaku Raina elina. Aku bersekolah di SD Asumpta Kupang, aku akan menceritakan sekolahku. Waktu aku masih kelas 4, aku mempunyai teman yang bernama lian, merlin, sarah, yoel. Mereka berempat uji nyali di SMP itu. Di kelas 7A tidak ada apa-apa, 7B pun sama, di kelas 7C pun sama, tetapi saat di kelas 7D mereka merasa ada yang aneh dari kelas itu.

    Tiba-tiba sarah mulai bertingkah aneh, mereka bertiga bingung. Setelah itu sarah duduk di satu bangku yang letaknya paling tengah dan dia melihat ke papan. Temanku yoel langsung memegang bahu sarah dan menggoyangkan bahu sarah, akhirnya sarah pun terasa sadar. Mereka bertiga heran dengan tingkah laku sarah yang aneh, lalu mereka memutuskan untuk pulang.

    Keesokan harinya temanku yang beruji nyali kemarin menceritakan hal tersebut. Kami pun kaget, akhirnya kami memutuskan untuk uji nyali saat pulang dari sekolah kami langsung pergi ke SMP dan mulai uji nyali. Saat temanku menaiki tangga tiba-tiba ada orang yang lewat tepat dihadapannya dan dia langsung berteriak “mama”.

    Kami pun langsung terkejut mendengar teriakan itu, kami langsung menghampiri teman kami dan teman kami berkata “ayo pulang, aku melihat seseorang tadi!” Kami langsung kebingungan dan pulang. Sampai saat ini kami belum menyelidiki lebih dalam, tetapi setiap hari senin kami melihat orang selalu menaruh sapu, walaupun keadaan SMP itu sudah tidak ada orang lagi.

  19. Pada suatu hari aurel sedang mandi dan mecuci pakaian di dekat sumur belakang rumah (sekedar informasi belakang rumah aurel dekat dengan hutan) saat itu aurel mencuci baju pukul 17:00 ia mencuci dari sore karena pakaian yang ia cuci cukup banyak semakin malam ternyata air sumur itu terasa semakin dingin aurel binggung karena dinggin nya bukan seperti biasa nya, tiba-tiba aurel merasa ada orang yang tengah mengawasi nya ia melihat sekeliling cuma tidak ada siapa-siapa kecuali hamparan hutan dan kicauan burung malam serta bunyi jangkrik yang membuat bulu kuduk siapapun akan berdiri ditambah hawa dingin dari air sumur yang semakin dingin aurel tetap mencuci walaupun dalam keadaan takut dan khawatir. kemudian aurel berdiri untuk mengambil air dan mulai menjatuhkan ember kedalam sumur ia pun terkejut mendengar suara orang batuk disamping sumur tersebut jantung aurel berdetak kencang ketika mendengar suara batuk itu karena tidak ada orang yang berada didekat nya kemudian aurel menoleh kearah suara dengan leher yang terasa kaku ia berusaha menoleh sekali lagi aurel terkejut ia melihat seorang
    kakek tua yang sudah lama meninggal ia tersenyum kearah aurel dengan tatapan kosong. kemudian aurel dengan sigap membereskan cucian nya yang cukup banyak dan berat ia tidak berani melihat sosok lelaki tua yang ia kenal sudah lama meninggal itu ia mengangkat cucian nya dan berlari masuk kedalam rumah.

    masih belum berakhir ternyata hal mistis yang dialami aurel, ketika ia tidur ia bermimpi melihat binatang. binatang nya sanggat banyak dari beberapa jenis binatang ibuku pun melihat binatang yang menyerupai harimau tetapi agak berbeda dari harimau biasa nya. binatang yang mirip harimau itu berbicara kepada aurel kalau ia tidak suka kehadiran manusia ketika sudah lewat magrib di dekat hutan karena menganggap kehadiran manusia adalah menganggu. setelah mengalami mimpi yang aneh itu aurel pun sakit selama tiga hari, aurel menceritakan peristiwa yang ia alami orangtuanya dengan meneteskan air mata ia bercerita tentang sumur, orang tua,dan binatang yang mirip harimau itu. mula nya orangtuanya menganggap cerita aurel itu bohong tetapi tidak mungkin aurel bercerita bohong sampai meneteskan air mata.

    sekarang giliran temannya aurel yang mengalami kisah mistis kejadian tersebut masih di bulan agustus dan dalam suasana puasa temannya aurel ini kelihatan sanggat alim menurut pengelihatan aurel dia orang yang rajin sholat. kejadian yang dialami temannya aurel terjadi pada siang hari. hari itu temannya aurel itu sedang mengasuh adiknya diteras rumah saat tengah mengasuh adiknya kemudian datanglah kakek-kakek yang tidak ia kenal kakek itu ramah sekali dan ia juga sempat mengucapkan salam, kakek itu duduk di dekat teras sambil bercerita dari ceritannya temannya aurel mendengar sang kakek menyebutkan kalau manusia pasti mati dan akan ada sesuatu peristiwa yang tidak terduga yang akan menimpa manusia teman aurel itu lantas bertanya sesuatu apa kiranya yang akan terjadi ??
    kakek itu hanya diam sambil menghela nafas panjang, saking asyik nya mendengar sang kakek bercerita temannya aurel itu lupa akan adiknya yang sudah masuk kedalam rumah, ia tersadar ketika mendengar tangisan anaknya di dalam rumah ia pun masuk untuk masuk kedalam rumah untuk mengambil adiknya ia juga mengambil sebuah minuman gelas kemasan untuk kakek di teras rumah. kemudian ia keluar membawa adik nya dan ternyata didepan rumah kakek itu sudah tidak terlihat ia pun sibuk mencari kakek tersebut sampai bertanya ketetangga sebelah tetapi tidak ada seorangpun yang melihat kakek tersebut.

    —–
    One day aurel was bathing and washing clothes near the well behind the house (just back aurel home information close to the forest) then aurel washing clothes at 17:00 he washes out of the afternoon because clothes that he was washing up quite a lot more nights it turns out the well water feels more cold aurel confused because dinggin its not as usual, suddenly aurel feel there are people who are watching him he saw around nothing but the forest and birds chirp night and the sound of crickets that make the hair neck anyone will stand plus the cold from the well water that keeps cooler aurel keeps washing even though in a state of fear and worry. then aurel stood up to take the water and started dropping the bucket into the well he was surprised to hear the voice of a cough beside the well the aurel heart pounding when he heard the cough because no one was nearby then aurel turned towards the sound with a neck that feels rigid he trying to turn once again aurel surprised he saw one
    old grandfather who has long died he smiled at aurel with blank stares. then aurel with swiftly clean up his laundry enough and heavy he did not dare to see the old man figure he knew long ago died that he lifted his laundry and ran into the house.
    still not over it was a mystical thing experienced by aurel, when he sleeps he dreamed of seeing animals. his animal sanggat many of the several types of animals my mother also saw animals that resemble a tiger but somewhat different from its ordinary tiger. a tiger-like beast speaks to Aurel if he does not like the presence of humans when it is past the sunset near the forest because it assumes human presence is disturbing. after experiencing a strange dream that aurel was sick for three days, aurel recounted the events that he experienced his parents with tears he told about the wells, parents, and animals that resemble the tiger. his parents initially assumed the aurel story was a lie but it is impossible aurel telling a lie until shedding tears.

    Kiat: Telusuri hasil dalam bahasa Inggris saja. Anda dapat menentukan bahasa penelusuran di Preferensi
    sekarang giliran temannya aurel yang mengalami kisah mistis kejadian tersebut masih di bulan agustus dan dala…

    sekarang giliran temannya aurel yang mengalami kisah mistis kejadian tersebut masih di bulan agustus dan dala…
    Lainnya

    now turn his friend aurel who experience the mystical story of the incident is still in august and in the atmosphere of f…
    Lainnya

    turn his friend aurel who experience the mystical story of the incident is still in august and in the atmosphere of fasting his friend this aurel looked sanggat pious according to the vision of aurel he who diligently pray. the incident that his friend experienced happened during the day. that day his aurel friend was taking care of his sister was taken home by the middle of nurturing her sister then came grandfather grandfather did not know it was very friendly and he also had time to say greetings, grandfather sat near the porch while telling from the story of his friend aurel heard his grandfather mentions if humans must die and there will be something unexpected events that will befall human aurel friends then ask something what would happen?
    the grandfather was just silent with a long sigh, was so engrossed to hear his grandfather telling his friend aurel it forgot his sister who had entered into the house, he realized when he heard the cry of his child in the house he went to enter into the house to take his sister he also took a packed glass drink for grandfather on the terrace of the house. then he came out with his younger brother and in front of the grandfather’s house was not visible he was busy looking for the grandfather to ask next door neighbors but no one who saw the grandfather.

  20. IndonesiaAt that time my friend and I were looking for mushrooms in the oil palm plantations close to my friend’s house.
    When I was engrossed in the fun of picking mushrooms from a distance I heard the laughter of a child laughing and running, when I was looking I found no one there except me and my friend. Even then I started to feel an unpleasant atmosphere, I asked my friend who was next to me
    Me: eh you denger not?
    My friend: what’s up?
    Me: that’s a little kid sounds laughing so hard
    My friend: ah time anyway?
    Me: yes
    And as I looked forward I saw two small children running, but strangely the two little boys were tras paran.
    Immediately I immediately pulled my friend to leave the place, my friend was confused over my actions
    Me: I’ll explain later in your house
    Upon my arrival at my friend’s house, I immediately told my friends about what I saw earlier, my friend did not believe it

  21. pada suatu hari ada satu keluarga yang baru pindah ke rumah baru, rumah nya sederhana, tidak terlalu mewah. Mereka sangat berbahagia memiliki rumah itu, mereka sangat bersyukur bisa pindah ke daerah yang mereka inginkan. Keluarga ini terdiri dari ayah yang bernama Robby, ibu yang bernama Katherine, 1 anak laki laki bernama Mark dan 2 anak perempuan bernama Carolline dan Catalline.
    Robby diperintahkan bos nya untuk berpindah lokasi kantor, dan tentu saja istri dan anak anak nya juga harus ikut berpindah bersama Robby. Catherine istri dari Robby hanya sebagai ibu rumah tangga, dan Mark berusia 19 tahun. Dia terpaksa harus pindah tempat kuliah, Carolline yang berusia 17 tahun dia juga harus berpindah tempat sekolah, sedangkan Catalline dia masih berumur 15 tahun.
    Hari pertama Robby bekerja ditempat barunya yaitu di pabrik, dari luar pabrik itu tampak sangat megah, tidak seperti pabrik lama yang dia tempati, menjelang berjalan nya hari banyak sekali kejadian-kejadian yang membuat Robby merasa aneh. Robby sering diperintahkan untuk bekerja sampai larut malam, Robby selalu mematikan semua listrik di pabrik itu sebelum dia pulang, tetapi setiap Robby datang pertama ke pabrik itu, listrik-listrik di pabrik itu selalu sudah menyala bahkan Robby pun belum menyentuh apapun di pabrik itu. Semenjak kejadian itu dia selalu merasakan ada hal yang aneh.
    Katherine istri dari Robby pun sering menceritakan hal-hal aneh yang terjadi saat dia sedang sendiri rumah, Robby dan Katherine pun sering cerita satu sama lain tenatang hal-hal yang aneh selama mereka pindah ke tempat ini. Carolline dan Catelline yang pindah ke sekola baru, mereka belum mendapatkan teman yang begitu akrab dengan mereka. Saat pulang sekolah Catelline meminta Carolline untuk menemaninya ke kamar mandi. Saat Carolline sedang berkaca di kamar mandi tiba tiba saja terdengar suara dari salah satu pintu kamar mandi yang terbuka sendiri, saat Carolline mau menghampiri nya tiba2 saja Catelline memegang pundak Carolline, Carolline pun kaget dan berteriak. Catelline pun kebingungan dan bertanya “ada apa dengan mu?”, Carolline pun hanya menggelengkan kepala dan langsung mengajak Catelline untuk pulang. Sesampai dirumah Carolline pun langsung menceritakan kejadian tadi.
    Mark yang baru pindah ke kampus nya yang baru, dia sudah mendapatkan banyak teman. Dan kebanyakan teman-temannya itu adalah anak nakal, suatu hari Mark diajak teman-teman nya berbalap mobil, Mark pun menyetujui nya. Seketika saat sedang melaju kencang, Mark melihat ada bayangan putih yang melewati mobil nya. Mark pun mengerem mobil nya dan mobil Mark pun langsung terbalik. Dari pihak kedokteran langsung menelfon keluarga Mark. Robby, Katherine, Carolline dan Catalline pun langsung kaget mendengar info dari dokter. Saat malam itu tidak ada yang menemani Mark di rumah sakit, disaat Mark tidur, tiba-tiba saja Mark terbangun dari mimpi. Ketika Mark terbangun, Mark melihat darah berceceran di lantai kamar itu, Mark pun berteriak dan para suster menghampirinya, para suster bingung dan bertanya kepada Mark. Mark menjelaskan bahwa dia melihat banyak darah di lantai, suster memberitahu bahwa tidak ada satupun tetesan darah di lantai itu. Ternyata Mark hanya berhalusinasi saja, tetapi Mark berasa itu sangat nyata.
    setelah Mark pulang dari rumah sakit itu, semua anggota keluarga itu langsung menceritakan setiap peristiwa yang telah mereka alami masing-masing. Robby pun memutuskan untuk berpindah rumah lagi. Awalnya Katherina tidak menyetujui nya tetapi Mark, Carolline, dan Catalline memaksa untuk pindah. Mau tidak mau Katherine pun ikut menyetujui permintaan suami dan anak-anaknya, akhirnya mereka pun pindah dari tempat itu, dan hidup tentram.

    1. one day there was a new family moving into a new house, the house was simple, not too fancy. They are very happy to their new house, they are very grateful to move to the place they want. This family consists of a father named Robby, a mother named Katherine, a son named Mark and two daughters named Carolline and Catalline.
      Robby ordered by his boss to move the office location, and his wife and his children also had to move with Robby. Catherine is just a housewife, and Mark is 19 years old. He was forced to move to the new college, Carolline is 17 years old and also had to move to the new school, and Catalline, she is 15 years old.
      The first day Robby worked his new place at the factory. From the outside of the factory it looked magnificent, the new factory isn’t looked like the old factory he occupied, day by day there’s lot of events that made Robby feel strange. Robby is often being ordered to work untill late at night. Robby always turns off all the electricity at the factory before he came home, but everytime Robby comes first to the factory, the electricity in the factory is always on, even Robby has not touched anything in the factory. Since that incident he always felt something strange.
      Katherine’s was often told the strange things that happened when she was home alone, Robby and Katherine often tell each other about the weird things since they moved to this place. Carolline and Catelline who moved to the new school, they have not had friends so intimate with them. When their want to back from school, Catelline asked Carolline to accompany her to the bathroom. When Carolline was mirror in the bathroom suddenly she heard the sound of one of the open bathroom doors, when Carolline want to approached the bathroom, suddenly Catelline came to Carolline and touched her shoulders. Carolline was shocked and shouted. Catelline was confused and asked her “what’s wrong with you?”, Carolline was just shaking her head and immediately asked Catelline to go home. Arriving at home Carolline was immediately told her about that incident.
      Mark who just moved to his new college, he’s got a lot of friends. And most of his friends are a bad boys, one day Mark was invited by his friends to a race car, Mark agreed to his friends. Instantly as he was speeding, Mark saw a white shadow passing through his car. Mark immediately braked his car and Mark’s car was reversed. From the medical side immediately called Mark’s family. Robby, Katherine, Carolline and Catalline were immediately shocked to hear the information from the doctor. At that night no one was accompanying Mark at the hospital, while Mark was sleeping, suddenly Mark woke up from his dream. When Mark woke up, Mark saw blood splatter on the floor in his room, Mark yelled and the nurse came to his room. The nurse confused and asked Mark. Mark explained that he saw a lot of blood on the floor, the nurse told him that there was no blood on the floor. Apparently Mark was just hallucinate, but Mark felt it was so real.
      after Mark came home from the hospital, all the family members immediately told each other about every event they had experienced. Robby decided to move home again. At first Katherina did not agreed of him. But Mark, Carolline, and Catalline really forced to move. Katherine inevitably agreed to approve the request of her husband and children, eventually they also moved from that place, and live peacefully.

  22. Pada suatu hari di masa lalu ada sekelompok siswa siswi smk yang sedang melakukan acara perkemahan di suatu hutan yang terkenal horor. setelah sampai tempat perkemahan, siswa siswi mulai mendirikan tenda satu persatu untuk mereka beristirahat
    Dan untuk menaruh barang barang mereka.
    Setelah selesai mendirikan tenda, mereka langsung membereskan barang barang mereka di dalam tenda, lalu beberapa menit setelah selesai membereskan barang barang, mereka langsung mempersiapkan bahan bahan untuk membuat makan siang.
    Dan ada beberapa kelompok yang sebagian memencar untuk mencari kayu bakar di tengah hutan.
    Pada saat mereka mencari kayu bakar, ada 2 orang siswa yang memencar dan tidak mengikuti jalur peta. Sehingga salah satu temannya
    sadar bahwa ada 2 orang teman mereka yang terpencar, maka mereka pun langsung berlari ke tenda mereka untuk memberitahu kepada panitia bahwa ada teman mereka yang hilang.
    Lalu panitia pun panik dan berusaha mencari teman mereka yang hilang.
    Setelah malam pun tiba, panitia belom saja menemukan mereka berdua di hutan tersebut. Dan panitia pun berusaha terus menerus mencari, pada saat mereka sedang mencari teman mereka ada suatu kejadian aneh yaitu mereka melihat sosok perempuan yang memakai baju hitam hitam yang sedang berdiri di depan pohon beringin, setelah mereka telusuri ke dekat pohon beringin tersebut tiba tiba sosok perempuan berbaju hitam tersebut hilang begitu saja, Sehingga panitia pun seketika kaget dan merasakan merinding karna sosok wanita tersebut hilang.
    Setelah melihat sosok perempuan tersebut, panitia pun balik lagi ke tenda mereka masing masing dengan keadaan ketakutan.
    Dan setelah beberapa hari kemudian dua orang yang hilang sudah ditemukan dengan keadaan yang sehat tanpa kehilangan satu apapun, lalu mereka pun balik kedalam tenda mereka masing masing.

  23. Pada suatu hari aku pulang sekolah dan ada agenda ekstrakulikuler dan terpaksa harus pulang selesai sholat Maghrib . Jadi pada saat itu aku pulang sendirian langit sudah gelap saat aku melangkahkan kaki ke arah gerbang dan di situ pula kisah ku di mulai

    Pada saat di gerbang aku melihat seseorang yg sedang berdiri, dia menunduk dan memakai jaket hitam. Aku mengernyit heran melihat sosok tersebut karena terlihat aneh , tubuhnya terlihat tinggi dan sangat besar untuk ukuran manusia biasa. Perlahan aku mendekat dan terus mendekat dan aku baru sadar bahwa itu bukan jaket biasa melainkan sebuah bulu tebal. Karena penasaran aku mendekati nya dan benar-benar aneh, matanya besar dan berwarna merah dan ia hanya menatap ku tanpa ekspresi.

    Tak lama setelah itu aku mendengar dia bergumam “kau yang selanjutnya…”ucap nya horor di samping telingaku.

    Tapi aku tak bisa menghindari nya langkah ku terasa berat, makhluk ini benar benar menyeramkan dan dia perlahan mendekati ku dan terlihat jelas bentuk muka nya yang menyeramkan dan mata nya yang merah menyala menatap ku tajam, aku gemetar hebat dan berusaha menggerakkan kaki ku tapi ketakutan telah menguasaiku

    Makhluk itu mulai tertawa dan terlihat menyeramkan

    Aku masih ingin hidup, tapi bagaimana ini? Aku menyesal telah mendekati nya

    Sungguh
    Perlahan telapak tangan besarnya menahan bahuku dan jemari besar nya sudah menancap leherku membuat ku menjerit karena darah sudah mulai menetes. Dia melukaiku dengan kuku tajam nya

    Tuhan… apa yang harus aku lakukan
    Makhluk itu mengoyak tubuhku dan mencokel mataku dengan tidak berperikemanusiaan
    “Tolonggggggggg aku ahhh….”gumamku pasrah lalu mataku terpejam

    Lalu datanglah seseorang untuk menolongku ,rupa nya seperti malaikat memakai baju putih dan wajah nya bercahaya

    Aku tersadar setelah berbulan-bulan lama nya dan aku tidak pernah mengenal siapa penolong yang baik hati itu

    Lalu setelah kejadian itu dan aku telah sembuh aku meninggalkan sekolah dan negara ini untuk mencari kedamaian dan sekali lagi aku sangat berterima kasih kepada seseorang yang menyerupai malaikat

    END

    Jadi untuk kalian yang sering pulang malam, berhati-hatilah mungkin saja ia berada di dekat tempat kalian berada.

    END

  24. Suatu hari pada saat jam istirahat saya duduk di kantin bersama teman saya , setelah itu memesan makanan . Makanan telah sampai saya dan teman saya memakan makanan tersebut, dan pada saat itu kita bercerita cerita tentang horror.

    Kemudian saya tidak sengaja menonton channel di youtube milik paranormal terkenal di indonesia , saya tonton hingga episode ke 5 yang berjudul “INDIGO TALK”.

    Malam itu tepat jam 9 malam saya kembali menonton film tersebut , tiba tiba saya tertidur dan handphone saya masih di genggam di tangan kiri saya . Tidak tahu itu mimpi atau hanya ilusinasi saya saja, badan saya tiba tiba gemetar sangat kencang tetapi handphone saya tidak jatuh .

    Pada saat terbangun seperti orang terkejut , kembali lagi tidak tahu itu mimpi atau ilusinasi saja saya mendengar suara orang sedang berbicara dan itu terdengar di kuping saya sangat kencang , dan suara anak kecil menangis , tetapi pada saat saya melihat di jendela tidak ada siapa siapa.

    Suara tersebut terus terdengar , lalu saya berfikir “oh iyah belum solat isya”.
    Akhirnya saya bergegas mengambil air wudhu dan sholat , setelah itu baru saya bisa tidur nyenyak.

  25. 46 tahun yang lalu, konon, Misaki, seorang pelajar SMP Yomiyama Utara alias Yomikita duduk di kelas 3-3.Misaki disukai guru maupun teman-temannya karena selain rupawan, dia juga pandai dalam pelajaran dan olahraga.Sebuah kecelakaan yang mendadak merenggut jiwa Misaki membuat salah satu teman sekelasnya menyangkal kematiannya dan berlaku seolah-olah Misaki masih hidup.Hal tersebut selanjutnya diikuti oleh seluruh murid kelas 3-3, termasuk guru, bahkan kepala sekolah menyediakan kursi untuk Misaki saat upacara kelulusan sekolah.Perlakuan mereka itu selanjutnya membuat sosok Misaki turut muncul dalam foto kelas di album kelulusan.Beberapa waktu terus berlalu, ada murid baru yang pindah dan dimasukkan ke kelas Misaki Mei yaitu kelas 3 kelompok 3, murid itu bernama Kōichi Sakakibara(榊原 恒一 Sakakibara Kōichi?), ia adalah murid pindahan dari Tokyo, dan ayahnya bekerja di India beberapa waktukemudian, kelas 3 kelompok 3 disebut-sebut sebagai kelas kutukan, setiap bulannya ada siswa yang, meninggal dengan tragis, salah satunya meninggal karena tertusuk payung, lift error, dan yang paling sadis adalah Hara-Kiri (bunuh Diri) dan Sakakibara bersama teman temannyaberusaha mematahkan kutukan tersebut.Namun, Sakakibara sangat penasaran dengan Mei Misaki (見崎 鳴 Misaki Mei?), gadis misterius yang dijauhi oleh semua anak di sekolah.Sakakibara heran, mengapa setiap murid dan guru selalu menghindari Mei, juga menganggap Mei seolah tidak pernah ada.Setiap ada yang membicarakan Mei, selalu ada yang meninggal dengan tragis di kelas 3 kelompok 3. Sakakibara memberanikan dirinya untuk berteman dengan Mei, namun Mei selalu mengatakan agar Sakakibara tidak mendekatinya.Ternyata, Mei adalah salah seorang gadis yang dibuang agar kursi yang ada di kelas 3 kelompok 3 cukup.Pada kenyataannya, sebanyak apapun kursi yang disediakan, selalu saja ada kursi yang kurang.Untuk mengantisipasi kutukan di kelas tersebut, maka salah seorang murid harus tidak dipedulikan.Dengan begitu, korban yang jatuh akibat kutukan dapat berkurang.Karena Sakakibara mulai berteman dengan Mei, maka semua murid memutuskan tidak memperhatikannya.Dengan begitu, dua orang telah tidak dianggap di kelas.Hal itu diupayakan agar kutukan yang terjadi dapat berkurang.Namun, pada kenyataannya hal itu tidak terjadi.Liburan musim panas hampir berakhir.Kelas 3 kelompok 3 memutuskan untuk berpiknik di villa yang ada di gunung.Salah satu pengurus kelas,Izumi Akazawa (赤沢 泉美 Akazawa Izumi?), memutuskan agar Mei dan Sakakibara kembali dianggap.Sakakibara menemukan radio yang ditempel di atap kelas, mengambilnya dan memutarnya dengan Mei, juga beberapa sahabatnya di dalam kamar saat menginap di villa.Radio itu menyebutkan bahwa orang tambahan yang ada di kelas harus dibunuh agar kutukan benar-benar berhenti.Semua murid memberontak untuk membunuh temannya setelah mendengar isi radio tersebut, mencari si murid tambahan agar kutukan berhenti.Pada akhirnya, banyak korban yang jatuh, villa terbakar, dan hanya beberapa orang yang selamat.Sakakibara dan Mei berhasil membunuh si orang tambahan di kelas tersebut, yang tak lain adalah bibinya, Reiko Mikami Reiko Mikami(三神 怜子 Mikami Reiko?).Kursi yang di dapatkannya adalah kursi di universitas.Setelah itu, kutukan pada tahun itu berhenti.Semuanya kembali normal.Namun, tidak ada yang tahu apakah hal tersebut akan terjadi lagi tahun depan, disaat mereka sudah lulus.

  26. Pelayaran Tidak Menyenangkan
    Jason Lyman, istrinya, Barbara, dan teman-teman mereka, John dan Susan Dunne Bermuda kiri di Jason perahu untuk perjalanan ke Miami.
    Sementara Jason melaju perahu, Yohanes melihat peta, dan Barbara dan Susan berbaring di geladak menikmati sinar matahari.

    Yohanes pergi ke Jason dengan peta tentu saja mereka harus mengambil untuk mendapatkan ke Miami. “Hei, Jason, melihat ini,“John berkata dan mengenakan peta konsol di depan Jason. “Kami sedang berlayar di tepi Segitiga Bermuda.”

    “Apakah itu masalah?” Jason bertanya.

    “Belum pernah mendengar Devil’s Triangle?”

    “Ya, John, aku pernah mendengar itu. Ini adalah Segitiga Bermuda. Lalu apa? Apakah Anda khawatir?”

    “Ya, aku khawatir. Cerita-cerita adalah sesuatu untuk dipikirkan. Kapal dan orang telah menghilang di segitiga, dan, ya, saya khawatir. Banyak telah ditulis tentang Devil’s triangle, dan saya tidak berpikir cerita-cerita yang dibuat. Saya kira Anda berpikir cerita-cerita itu terdiri?”

    “Ya. Saya pikir cerita-cerita yang dibuat. Apakah Anda pikir rakasa semacam hidup di laut dan menunggu kapal-kapal berlayar airnya, kapal seperti ini, dan keluar dari air dan menarik kapal ke dalam air dan makan semua orang di papan?” Jason mengatakan mengejek John.

    “Oke, mengejek saya.”

    Setelah satu jam keluar, angin mengambil.

    “Satu menit itu cerah dan tenang dan menit berikutnya ke angin bertiup kita semua tempat,” Jason berteriak atas gemuruh angin.

    “Angin sialan ini mendorong kita tentu,” John berteriak karena ia memegang erat-erat ke roda.

    “Aku tidak seperti ini,” Jason berteriak. “Saya pikir sudah waktunya bagi semua orang untuk mengenakan jaket,” ia berkata, dan memberikan jaket untuk gadis-gadis.

    Semua orang telah jaket sebagai angin dijemput, dan perahu itu terombang–ambing seperti itu adalah mainan. “Angin luar biasa,” John berteriak dan tegang untuk memegang roda stabil ketika dia berpaling di radio. “Ini adalah anugerah Lady di suatu tempat dari Bermuda. Angin tinggi. Perahu usang oleh gelombang besar. Saya tidaktahu mana kita berada. Siapa saja yang mendengar? Bisa siapa pun mendengar saya?”dia berteriak. “Tidak ada yang menerima panggilan saya.”

    Perahu berputar di sekitar melempar John, Jason dan perempuan terhadap sisi perahu.

    John bergegas ke roda yang berputar seperti gasing dan memegang itu. “Saya tidak berpikir kapal ini akan menjadi dalam satu potongan lebih lama,” Yohanes memperingatkan. “Pastikan Anda jaket aman.”

    Seperti yang telah mereka terombang-ambing, ombak besar sibuk perahu dan empat dicuci ke laut. Ketika mereka mencoba untuk mencapai satu sama lain, humanoid yang raksasa, otot, berbulu, makhluk manusia ke pinggang dan ikan dari pinggang ke bawah, keluar dari air dan menampar ikan besar, kaki tiga puluh ekor, di atas air yang menyebabkan gelombang tinggi. Orang-orang di air berteriak sebagai makhluk memandang mereka, dan mereka terkesiap sebagai makhluk menempatkan Jason dalam mulutnya, dikunyah dia dan menelan Syetan. Mereka mencoba untuk berenang menjauh, tapi makhluk meraih yang lainnya, menempatkan mereka semua dalam mulutnya, dikunyah untuk beberapa saat dan kemudian menelan mereka. Setelah makan empat orang, ini menghancurkan perahu dengan ekor dan kemudian mundur kembali ke dalam air. Sekitar sepuluh menit kemudian, angin berhenti dan laut tenang.

    Seperti Jason, Yohanes, Jason seharusnya khawatir, karena kata-kata Jason mengejek kenabian. “Apakah Anda pikir rakasa semacam hidup di laut dan menunggu kapal-kapal berlayar airnya, kapal seperti ini, dan keluar dari air dan menarik kapal ke dalam air dan makan semua orang di papan?”

    Tamat

    1. Jason Lyman, his wife, Barbara, and their friends, John and Susan Dunne left Bermuda in Jason’s boat for a trip to Miami.

      While Jason drove the boat, John looked at maps, and Barbara and Susan lay on the deck enjoying the sun.

      John went to Jason with a map of the course they had to take to get to Miami. “Hey, Jason, look at this, “John said and put a map on the console in front of Jason. “We’re sailing on the edge of the Bermuda Triangle.”

      “Is that a problem?” Jason asked.

      “Haven’t you ever heard of the Devil’s Triangle?”

      “Yeah, John, I’ve heard of it. It’s the Bermuda Triangle. So what? Are you worried?”

      “Yeah, I’m worried. The stories are something to think about. Ships and people have disappeared in the Triangle, and, yeah, I’m worried. A lot has been written about the Devil’s triangle, and I don’t think the stories were made up. I suppose you think the stories were made up?”

      “Yes. I think the stories were made up. Do you think a monster of some sort lives in the ocean and waits for ships to sail its waters, a ship like this one, and comes out of the water and pulls the ships into the water and eats all the people on board?” Jason said mocking John.

      “Okay, mock me.”

      After an hour out, the wind picked up.

      “One minute it was sunny and calm and the next minute the wind is blowing us all over the place,” Jason yelled over the roar of the wind.

      “This damn wind is pushing us off course,” John yelled as he held tightly to the wheel.

      “I don’t like this,” Jason shouted. “I think it’s time for everybody to put on life jackets,” he said, and gave life jackets to the girls.

      Everybody had life jackets on as the wind picked up, and the boat was tossed around like it was a toy. “The wind is unbelievable,” John shouted and strained to hold the wheel steady as he turned on the radio. “This is Lady Grace somewhere off Bermuda. Winds are high. My boat is being battered by huge waves. I don’t know where we are. Is anybody listening? Can anyone hear me?” he yelled. “Nobody is receiving my call.”

      The boat spun around throwing John, Jason, and the women against the sides of the boat.

      John rushed to the wheel that spun like a top and held on to it. “I don’t think this boat is going to be in one piece much longer,” John warned. “Make sure your life jackets are secure.”

      As they were tossed around, a huge wave swamped the boat and the four were washed overboard. As they tried to reach each other, a giant, muscular, hairy humanoid, humanoid to its waist and fish from the waist down, came out of the water and slapped its huge, thirty-foot fish tail, on the water causing high waves. The people in the water screamed as the creature looked at them, and they gasped as the creature put Jason in its mouth, chewed him up, and swallowed him. They tried to swim away, but the creature grabbed the others, put them all in its mouth, chewed for several moments and then swallowed them. After eating the four people, it smashed the boat with its tail and then retreated back in the water. About ten minutes later, the wind stopped and the sea was calm.

      Like Jason, John, Jason should have been worried, because Jason’s mocking words were prophetic. “Do you think a monster of some sort lives in the ocean and waits for ships to sail its waters, a ship like this one, and comes out of the water and pulls the ships into the water and eats all the people on board?”

      The End

  27. Someday there’s a girl name Claire. She just got a trouble that made her moved into a house that beutiful from outside, but who knew inside it there a unseen creature who ready to played with the owner.

    Claire enter the house, the design was vintage made her forget about her parent who leaved her a view days ago. Now she lived in her grandmother house leaved for her. The first night she spent was quite fun because there was an old toy, like pandora box, music box, the miniature of cinderella horse drawn carriege, and other.

    Didn’t feel it had been a week Claire spent her time in the house and she already adapted with the environment. She found a door that take us to a basement, and it was a play room. She didn’t know that there’s something who hiding in there. The door was closed so hard, claire thought it just a wind. “Do you want o play with me?” Said a wodden doll that seat in a chair. “You’re so cute let’s play!” Answeared claire and that doll smirk mysteriously. Suddenly the doll let out the saw and made claire step back. Claire unconscious that behind her was the clown from pandora box and it brought a barbed wire. the clown tied claire made claire’s white satin dress turn out to red color. Didn’t enough all the doll that exist in that room moved around claire. They slashing claire’s body. One of the doll who used doctor uniform came with folding knife and slashing claire mouth until tearing up the jaw. Claire wae unwaked from the beginning. And the last a robot who quite was came and took out claire’s heart from the place and throw it to the wall made a red spot and smell of racindity everywhere. Neither the other doll start make claire’s body be a piece into a pieces. Make every spot full of blood and vital organ. No one would know that Claire was exist in this world anymore.

  28. Pada suatu hari. Saat itu aku sedang pergi berkumpul bersama temanku, dan berbincang – bincang dengan tentang hal yang lucu. tidak terpikirkan oleh ku, pembicaraan mulai menuju cerita yang menyeramkan. saat itu kami duduk di kursi taman pada jam 01:15 dan mulai merasakan hal yang tidak menyenangkan dan menakutkan.

    Setelah bercerita horor. Satu per satu dari kami pulang kerumah. Rumahku tidak jauh dari taman kami berkumpul. jadi aku mengajak temanku untuk menginap dirumah ku sampai matahari terbit, lalu kamipun berjalan kaki menuju rumah. hampir sampai dirumah, temanku mengajak ku untuk merekam dirinya di dekat pohon palm dan rerumputan yang lebat untuk dijadikan kenangan. jarak tempat itu hanya sekitar 28 kaki dari rumahku.

    Setelah merekam, kami melihat video tersebut dan tidak disangka ada sesosok hantu yang terlihat sedang mengawasi kami saat sedang merekam dan sebagian tubuhnya terhalang pohon. kami mengulang video itu,dan mengulang tapi sosok tersebut tetap ada di rekaman kami.

    aku bertanya kepada temanku “dia tadi disana bukan? menurutmu kemana dia sekarang”. temanku tidak menjawabnya dan langsung lari ketakutan ke rumah meninggalkan aku. setelah kami dirumah, kami melihat kembali video itu hingga pagi hari kamipun belum tidur. temanku akhirnya pulang dan langsung mengupload videonya. video kami menjadi omongan bagi orang yang melihatnya. aku tidak menyangka hal seram seperti itu bisa terjadi kepada ku. sungguh malam yang menakutkan

    One day. when I was going out with my friends, and talk about funny thinks. never mind to me, the conversation starts toward a scary story. we were sat in a garden chair at 1:15 am and started to feel unpleasant and scaried.

    After tell horror stories. One by one from us went home. My house is not far from the park we gathered. so I asked
    my friend to stayed at my house until sunrise, then we also walk to the house. almost at home, my friend asked me to record himself near the palms and grasses. the distance was only about 28 feet from my house.

    After recording, we saw the video and unexpectedly there was a ghost seen watching us while we were recording and part of it was blocked by a tree. we repeat the video, and repeat again but the it still there in the video.

    I asked my friend “she was not there, where do you think she is?” my friend did not answer it and immediately ran frightened to the house leaving me. after we are home, we look back at the video until the morning we also have not sleep. my friend finally came home and immediately uploaded the video. our video becomes a talk for people who see it. I did not think that such a scary thing could happen to me. it was a frightening night

  29. One night at about 7:00 pm I was silent around the corner and looked up at the window to see the rains of very heavy rain soaking the ground. That night all my family members were out of the house and only I stayed alone in my sleeping device. I did not feel anything because I was thinking of something that made me daydream When my mind was in a state of no thought, I looked out the door of my room. I wondered why the door was open when the door was closed. Then I immediately moved from the chair where I sat earlier and closed the door.
    The door was already closed and I went back to the mattress. As I was closing my eyes, I suddenly heard a voice like someone cooking in the kitchen. And I feel confused, who is cooking it, while all my family members are out and only me who live alone at home. Because this is how I feel curious, I finally walked to the kitchen and saw no one in the kitchen. And I instantly felt afraid, and shivered. But I tried to stay calm and go back to. As I started to open the door of my room, I returned the voice from the kitchen and the sound was a pot like a cook. And then I went straight to the kitchen again and suddenly saw a black figure in front of the stove but he did not do anything and just paused.
    Seeing the black figure, I immediately asked “who is there?”, And he did not answer it. And that makes me even more frightened and weak. I took a breath and walked toward him. As I walked, the darkness of this black figure disappeared. And to my surprise again and straight back to karna was so scared and immediately closed all my body with a blanket and tried to sleep. But the more I try to sleep, the shadow always haunts me and makes me even more scared.
    Finally I tried to fight my fear and see the state of the kitchen. After I looked and felt safe, I saw this black figure at the corner of my house again. Then I got closer to him, and he turned his direction toward me and I instantly fell unconscious.
    After an hour later my family finally came and took me towards me. Everyone was worried because I was unconscious and lying on the floor. I also began to realize and tell it to my family and make me feel relieved and not afraid.

  30. One day in the past there was a group of smk students who were doing a camp event in a famous forest of horror. after reaching the campsite, students start to erect a tent one by one for them to rest And to put their goods. When they had finished the tent they immediately packed their belongings in the tent, then a few minutes after they had finished clearing things, they immediately prepared the ingredients to make lunch. And there are some groups that partially disperse to search for firewood in the middle of the forest. As they search for firewood, there are 2 students who scatter and do not follow the map path. So one of his friends aware that there are 2 friends they are scattered, so they immediately ran to their tents to tell the committee that there is a friend they are missing. Then the committee was panicked and tried to find their lost friends. After the night arrived, the committee just found them both in the forest. And the committee was trying to keep searching, when they are looking for their friend there is a strange incident that they see the figure of women who wear black black clothes who are standing in front of the banyan tree, after they browse to the banyan tree suddenly the figure of women in shirt black is lost just like that, so the committee was instantly shocked and felt goosebumps because the female figure is missing. After seeing the figure of the woman, the committee went back to their tent each with a state of fear. And after a few days then two missing people have been found with a healthy state without losing any one, then they back into their own tent.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *